Bergelora Namun Sederhana

Hai,Sobat Diksi, berjumpa lagi dengan rubrik yang satu ini, kira-kira siapa ya sosok yang akan kita bahas kali ini, let’s check this out. Sosok ini cukup fenomenal dan nggak asing bagi kita, beliau mahir betul dalam bidang seni, siapa sih? Ya betul, beliaulah guru Bahasa Indonesia kita, seorang pria kelahiran 1967, Pak Agus Muhammadi namanya.Pak Agus Muhammadi juga dulunya seorang pelajar seperti kita, beliau pernah mengenyam pendidikan di SD Negeri 1 Ngadirejo selama enam tahun, SMP Muhammadiyah 1 Kartasura, SMA Muhammadiyah Surakarta dan kemudian melanjutkan jenjang pendidikannya di Universitas Muhammadiyah Surakarta dalam bidang Bahasa dan Sastra Indonesia dan menyelesaikan jenjang pendidikannya tahun 1993.

Beliau termasuk guru yang sederhana dan mandiri, hal ini dapat dilihat dari riwayat hidupnya setelah lulus dari lingkungan SMA, waktunya digunakan untuk mencari uang tambahan sekedar meringankan beban orang tua melalui berjualan. Hal ini beliau lakukan hingga beliau lulus kuliah. Tidak hanya berhenti sampai di situ, setelah lulus perguruan tinggi beliau bekerja di instansi bagian konsultasi audio visual produk menengah ke atas, sehingga

dalam prakteknya beliau sering berinteraksi dengan pejabat. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar mengenal seluk beluk serta korelasi dunia kerja. Akhirnya, pada tahun 2005 beliau diterima sebagai CPNS, nasib orang memang terkadang di atas juga dibawah, karena kurang beruntung beliau dianulir sehingga SK (PNS) beliau belum turun hingga tahun 2014.

Pak Agus mulai mengajar tahun 2000, antaranya di SMA Negeri 1 Gemolong, SMA Al-Azhar Andong, SMP Al-Hikmah Kartasura, SMK Negeri 1 Kalijambe, dan sebagai tentor bimbel Smart Gama cabang Kartasura (2003-

sekarang). Wah, figur seorang guru yang patut kita teladani nih Sobat, beliau memilih untuk menjadi guru karena termotivasi orang tua, beiau teringat pesan orang tuanya supaya bisa menasehati orang lain, dengan menasehati perlu ilmu yang sepadan sehingga beliau memutuskan untuk menjadi seorang guru. Pesan tersirat tersebut terealisasikan dalam pekerjaan beliau.

Sobat semua, guru kita ini juga memiliki prestasi semasa beliau menempuh bangku pendidikan. Di SD sempat mendapat juara dalam bidang membaca puisi peringkat 2 tingkat Kecamatan, juara 2 membaca puisi SMP tingkat kabupaten, di SMA beliau selalu menempati peringkat 1 di kelas dari kelas 10 hingga 12, ketika kuliah beliau juga sempat tergabung dalam kelompok teater, nggak heran deh kalau sekarang jadi pembina teataer di sekolah kita ini.

Dalam hidupnya, tertanam kata yang selalu mengiringinya “Menjadi orang penting itu baik, tetapi lebih penting menjadi orang baik” Jadi untuk sobat semua bisa nih kita jadikan motivasi untuk kita. Beliau berpesan agar siswa selalu meningkatkan belajar. Karena belajar murah harganya dan dengan belajar ilmu akan didapat, ilmu tersebut bisa digunakan sebagai penuntun hidup sehingga terarah. Pesan untuk semua, bekerja itu harus bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja ikhlas. Tanpa ikhlas semua hal akan bernilai sia-sia. Tanpa cerdas, diri dapat terjerumus oleh jebakan dalam permainan. Tanpa bekerja keras (bersungguh-sungguh) t a r a f  d a n  t i n g k a t  t a k a k a n bertambahserta kemungkinan untuk berkembang juga kecil.

Guru kita yang satu ini juga termasuk guru yang sederhana lho, dari hasil wawancara dengan beliau, hobi beliau tidaklah susah atau mahal namun terkesan unik. Setiap pekan paling tidak tiga atau empat kali, ia luangkan waktu untuk makan nasi berkantong rakyat yakni nasi kucing. Meski sederhana, beliau juga pernah diundang untuk menjadi juri di bidang sastra, dalam lingkup pembacaan puisi.

Nah sobat, sekian profil singkat Pak Agus Muhammadi, semoga dapat menjadi penyemangat hidup kita, dan jangan lupa untuk merenungkan pesan-pesan beliau. Semoga bermanfaat. (Sulestari Rahajeng)

Komentar

comments